Hewan adalah makhluk hidup. Setiap hewan memiliki cara bernapas yang unik, hewan yang satu beda dengan yang lainnya yang dikelompokkan berdasarkan : Bentuk tubuh, Jenis makanan, termasuk Tempat Tinggalnya. Tahap pernapasan disebut dengan fase udara masuk (Inspirasi) dan mengeluarkan udara (Ekspirasi). Tahap inspirasi udara yang masuk disebut oksigen ( O2) dan udara yang dikeluarkan disebut karbon dioksida ( CO2).
Cara bernapas pada
hewan merupakan suatu bukti bahwa Allah adalah pencipta yang sangat luar biasa.
Allah sangat maha kuasa, karena Dia menciptakan segala sesuatu dengan sangat
kreatif. Allah membuat segala sesuatunya sangat indah, Allah merancang dengan sangat
sempurna. Tidak kekurangan apa pun juga. Allah tahu apa yang terbaik bagi
setiap makhluk hidup yang telah Dia ciptakan.
BURUNG
Sistem pernapasan pada
burung dan unggas terdiri dari lubang hidung, paru-paru dan pundi-pundi udara
(Kantung Udara). Kantung udara berfungsi sebagai alat pernapasan pada saat
terbang, membantu memperbesar ruang siring sehingga memperkeras suara dan dapat
mengatur suhu tubuh. Sehingga alat pernapasan yang digunakan oleh burung dan
unggas disebut Paru-paru.
Pernapasan pada burung
terdiri dari fase Inspirasi dan fase Ekspirasi.
Fase Inspirasi
Adalah cara burung
bernapas pada saat terbang. Kedua sayap terangkat, kantung udara pada pangkal
lengan mengembang, sehingga udara masuk ke kantung udara perut. Kemudian udara
di alirkan ke paru-paru dan sebagian masuk ke kantung udara , sehingga udara
dapat mengambil oksigen dari paru-paru.
Fase Ekspirasi
Terjadi saat burung
beristirahat, terjadi saat rongga dada mengecil dan diikuti mengecilnya
paru-paru. Sehingga udara di dalam kantung udara akan dikeluarkan melalui
paru-paru.
REPTIL
Reptil adalah hewan
yang pada umumnya bernapas menggunakan paru-paru dan ada juga yang bernapas
menggunakan kulit. Paru-paru reptil dikelilingi oleh rongga dada yang
dilindungi oleh tulang rusuk. Sebagian reptil yang bernapas menggunakan kulit,
memiliki kulit yang bersisik atau kering, sehingga sulit ditembus oleh air.
Menyebabkan reptil dapat hidup dihabitat kering, karena hanya sedikit mengalami kehilangan cairan melalui kulit.
Hewan yang tergolong reptil, bernapas menggunakan
kulit : Ular Buaya Kadal Cicak Biawak
Cara pernapasan pada
reptil
Saat mengambil udara (
Inspirasi ) :
Tulang rusuk merenggang
dan volume rongga dada meningkat sehingga udara (O²) dapat masuk melalui
hidung-menuju rongga mulut-ke anak tekak-trakea-bronkus-kemudian menuju ke
paru-paru, setelah di paru-paru diedarkan keseluruh tubuh.
Saat mengeluarkan udara
( Ekspirasi ) :
Tulang rusuk akan
merapat sehingga udara akan terdesak keluar dari paru-paru. Rongga dada
mengecil-gas dari dalam tubuh keluar (CO²)-melalui paru-paru-menuju bronkiolus
- ke trakea - kemudian anak tekak - rongga mulut -kemudian lobang hidung.
AMFIBI
Hewan amfibi adalah
hewan yang dapat hidup di darat dan di air. Sehingga alat pernapasan yang
digunakan pada hewan amfibi pada umumnya kulit. Namun hewan amfibi juga sering
bernapas menggunakan paru-paru dan insang. Sebab kulit pada hewan amfibi tipis dan
lembab. Pada kulit amfibi terdapat pori-pori dan kapiler darah yang membuat
hewan amfibi dapat bernafas melalui kulitnya.
Contoh Hewan Amfibi , yaitu Katak
Hewan amfibi bernapas
menggunakan insang, contohnya katak saat masih dalam bentuk berudu.
Hewan amfibi bernafas menggunakan kulit dan
paru-paru, karena paru-paru terdapat dua kantung berdinding tipis dan elastis
yang banyak mengandung kapiler darah. Paru-paru dan rongga mulut melalui sebuah
lubang disebut glotis. Keduanya terhubung dengan bronkus.
Prosesnya :
Saat bernapas, terjadi penambahan udara dengan
keadaan otot rahang bawah mengendur. Otot berkontraksi sehingga udara masuk ke
rongga mulut. Udara masuk ke dalam paru-paru sehingga terjadi pertukaran udara
gas ( O²).
Saat udara keluar, terjadi kontraksi pada otot
perut sehingga rongga perut mengecil dan udara keluar melalui kolane.
Alat pernapasan pada
ikan berupa insang. Insang terdapat pada sisi kiri dan sisi kanan kepala
berjumlah empat pasang. Sebagian ikan memiliki rongga insangnya memiliki
labirin. Labirin berfungsi untuk menyimpan udara, sehingga ikan dapat hidup
ketika berada di dalam air yang kekurangan oksigen. Insang juga berfungsi
sebagai alat ekskresi dan alat transportasi garam-garam.
Tiap insang terdiri
dari sepasang filamen yang mengandung lapisan tipis ( lamela ), filamen
terdapat pembuluh darah yang memiliki kapiler sehingga udara (O²) dapat masuk
Proses Pernapasan :
Mengeluarkan udara (
ekspirasi ) saat ikan menutup mulut. Air
masuk melalui celah insang dan terjadi pertukaran udara. Darah akan mengikat
oksigen dan melepas gas (CO²) ke dalam air.
SERANGGA
Sistem pernapasan pada
serangga menggunakan sistem trakea. Udara yaitu oksigen (O2) diedarkan
menggunakan trakea yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Di mana cabang
terkecil menembus jaringan tubuh yang disebut trakeolus.
Proses Pernapasan pada
serangga terjadi melalui :
Adanya kontraksi
otot-otot tubuh menyebabkan tubuh serangga menjadi mengembangdan mengempis
secara teratur. Pada waktu tubuh serangga mengembang, udara masuk melalui
stigma, selanjutnya masuk ke dalam trakea, kemudian ke dalam trakeolus dan
akhirnya masuk ke dalam sel-sel tubuh.
Selanjutnya merupakan
proses pengeluaran oksigen yang terjadi pada serangga :
Oksigen masuk ke dalam
sel-sel tubuh, sedangkan gas karbondioksoda (CO2), yang tidak berguna bagi
tubuh serangga di keluarkan melalui stigma pada saat tubuh serangga mengempis.
Contoh-contoh hewan
yang tergolong ke dalam jenis serangga :
Kupu-kupu, Kumbang,
Belalang, Nyamuk, Lalat, Kecoa, Lebah, Semut, Jangkrik, Rayap, Capung.
CACING
Cacing tidak memiliki
alat pernapasan khusus melainkan bernapas menggunakan permukaan kulit. Cacing
memiliki kulit yang tipis dan pada bagian kulitnya mengandung banyak pembuluh
darah. Pada kulit cacing tanah menghasilkan lendir sehingga terlihat lembap dan
basah. Kondisi ini menyebabkan cacing dapat menyerap udara, yaitu oksigen (O²)
dan mengeluarkan gas yang tidak terpakai dari dalam tubuh berupa karbon
dioksida (CO²) secara langsung melalui permukaan kulit. Tempat tinggal cacing
yang lembab membantu proses pernapasan pada cacing berlangsung dengan baik.
MAMALIA
Hewan mamalia adalah
hewan yang dapat melahirkan dan menyusui. Hewan mamalia adalah hewan yang dapat
hidup di air dan di darat. Hewan yang hidup di darat adalah hewan yang
mempunyai alat pernapasan mirip dengan manusia berupa hidung, pangkal
tenggorokan, batang tenggorokan, dan paru-paru. Contohnya hewan mamalia yang
ada di darat: Sapi, Kerbau, Kucing, Anjing, Kambing, Kuda, Jerapah, Badak,
Singa, Harimau, Kelinci, Tikus, Musang.
Hewan mamalia yang
hidup di air bernapas dengan paru-paru, namun pada bagian hidungnya di lengkapi
dengan katup. Contoh hewan mamalia yang hidup di air, yaitu Lumba-lumba, dan
Paus.
Cara hewan mamalia yang
hidup di darat bernapas, yaitu :
Udara masuk ke dalam
tubuh melalui lubang hidung, menuju faring, setelah itu ke laring, trakea,
bronkus, kemudian paru-paru. Kemudian oksigen (O²) dibawa ke jantung dan
diedarkan ke seluruh tubuh.
Cara mamalia yang hidup
di air bernapas, yaitu:
Katup yang terdapat
pada bagian hidung akan membuka apabila hewan itu muncul dipermukaan air, maka
akan mengambil udara, yaitu oksigen. Serta pada saat berada pada permukaan air,
hewan tersebut juga akan mengeluarkan udara, yaitu gas karbon dioksida (CO²)
yang tidak terpakai
https://drive.google.com/open?id=117asP8rUioAwzr9_p3DXdvssqhRUsf0k








Tidak ada komentar:
Posting Komentar