Menu Blog

IPA

  
SISTEM PERNAPASAN PADA HEWAN




Hewan adalah makhluk hidup. Setiap hewan memiliki cara bernapas yang unik, hewan yang satu beda dengan yang lainnya yang dikelompokkan berdasarkan : Bentuk tubuh, Jenis makanan, termasuk Tempat Tinggalnya. Tahap pernapasan disebut dengan fase udara masuk (Inspirasi) dan mengeluarkan udara (Ekspirasi).  Tahap inspirasi udara yang masuk disebut oksigen ( O2) dan udara yang dikeluarkan disebut karbon dioksida ( CO2).
Cara bernapas pada hewan merupakan suatu bukti bahwa Allah adalah pencipta yang sangat luar biasa. Allah sangat maha kuasa, karena Dia menciptakan segala sesuatu dengan sangat kreatif. Allah membuat segala sesuatunya sangat indah, Allah merancang dengan sangat sempurna. Tidak kekurangan apa pun juga. Allah tahu apa yang terbaik bagi setiap makhluk hidup yang telah Dia ciptakan. 




BURUNG

Sistem pernapasan pada burung dan unggas terdiri dari lubang hidung, paru-paru dan pundi-pundi udara (Kantung Udara). Kantung udara berfungsi sebagai alat pernapasan pada saat terbang, membantu memperbesar ruang siring sehingga memperkeras suara dan dapat mengatur suhu tubuh. Sehingga alat pernapasan yang digunakan oleh burung dan unggas disebut Paru-paru.

Pernapasan pada burung terdiri dari fase Inspirasi dan fase Ekspirasi.



Fase  Inspirasi


Adalah cara burung bernapas pada saat terbang. Kedua sayap terangkat, kantung udara pada pangkal lengan mengembang, sehingga udara masuk ke kantung udara perut. Kemudian udara di alirkan ke paru-paru dan sebagian masuk ke kantung udara , sehingga udara dapat mengambil oksigen dari paru-paru.


Fase Ekspirasi


Terjadi saat burung beristirahat, terjadi saat rongga dada mengecil dan diikuti mengecilnya paru-paru. Sehingga udara di dalam kantung udara akan dikeluarkan melalui paru-paru.



REPTIL



Reptil adalah hewan yang pada umumnya bernapas menggunakan paru-paru dan ada juga yang bernapas menggunakan kulit. Paru-paru reptil dikelilingi oleh rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Sebagian reptil yang bernapas menggunakan kulit, memiliki kulit yang bersisik atau kering, sehingga sulit ditembus oleh air. Menyebabkan reptil dapat hidup dihabitat kering, karena hanya sedikit  mengalami kehilangan cairan melalui kulit.

Hewan  yang tergolong reptil, bernapas menggunakan kulit :   Ular Buaya Kadal  Cicak Biawak



Cara pernapasan pada reptil 



Saat mengambil udara ( Inspirasi ) :

Tulang rusuk merenggang dan volume rongga dada meningkat sehingga udara (O²) dapat masuk melalui hidung-menuju rongga mulut-ke anak tekak-trakea-bronkus-kemudian menuju ke paru-paru, setelah di paru-paru diedarkan keseluruh tubuh.

Saat mengeluarkan udara ( Ekspirasi ) :

Tulang rusuk akan merapat sehingga udara akan terdesak keluar dari paru-paru. Rongga dada mengecil-gas dari dalam tubuh keluar (CO²)-melalui paru-paru-menuju bronkiolus - ke trakea - kemudian anak tekak - rongga mulut -kemudian  lobang hidung.

AMFIBI

Hewan amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air. Sehingga alat pernapasan yang digunakan pada hewan amfibi pada umumnya kulit. Namun hewan amfibi juga sering bernapas menggunakan paru-paru dan insang. Sebab kulit pada hewan amfibi tipis dan lembab. Pada kulit amfibi terdapat pori-pori dan kapiler darah yang membuat hewan amfibi dapat bernafas melalui kulitnya.  Contoh Hewan Amfibi , yaitu Katak

Hewan amfibi bernapas menggunakan insang, contohnya katak saat masih dalam bentuk berudu. 

  Hewan amfibi bernafas menggunakan kulit dan paru-paru, karena paru-paru terdapat dua kantung berdinding tipis dan elastis yang banyak mengandung kapiler darah. Paru-paru dan rongga mulut melalui sebuah lubang disebut glotis. Keduanya terhubung dengan bronkus.


Prosesnya :  


 Saat bernapas, terjadi penambahan udara dengan keadaan otot rahang bawah mengendur. Otot berkontraksi sehingga udara masuk ke rongga mulut. Udara masuk ke dalam paru-paru sehingga terjadi pertukaran udara gas ( O²).

 Saat udara keluar, terjadi kontraksi pada otot perut sehingga rongga perut mengecil dan udara keluar melalui kolane.

 
PISCES

Alat pernapasan pada ikan berupa insang. Insang terdapat pada sisi kiri dan sisi kanan kepala berjumlah empat pasang. Sebagian ikan memiliki rongga insangnya memiliki labirin. Labirin berfungsi untuk menyimpan udara, sehingga ikan dapat hidup ketika berada di dalam air yang kekurangan oksigen. Insang juga berfungsi sebagai alat ekskresi dan alat transportasi garam-garam.

Tiap insang terdiri dari sepasang filamen yang mengandung lapisan tipis ( lamela ), filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki kapiler sehingga udara (O²) dapat masuk 

Proses Pernapasan   :

Menghirup udara ( Inspirasi ), diawali pada saat ikan membuka mulut. Kemudian air masuk ke dalam rongga mulut.
Mengeluarkan udara ( ekspirasi )  saat ikan menutup mulut. Air masuk melalui celah insang dan terjadi pertukaran udara. Darah akan mengikat oksigen dan melepas gas (CO²) ke dalam air.  


SERANGGA


Sistem pernapasan pada serangga menggunakan sistem trakea. Udara yaitu oksigen (O2) diedarkan menggunakan trakea yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Di mana cabang terkecil menembus jaringan tubuh yang disebut trakeolus.

Proses Pernapasan pada serangga terjadi melalui :

Adanya kontraksi otot-otot tubuh menyebabkan tubuh serangga menjadi mengembangdan mengempis secara teratur. Pada waktu tubuh serangga mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya masuk ke dalam trakea, kemudian ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel-sel tubuh.

Selanjutnya merupakan proses pengeluaran oksigen yang terjadi pada serangga :

Oksigen masuk ke dalam sel-sel tubuh, sedangkan gas karbondioksoda (CO2), yang tidak berguna bagi tubuh serangga di keluarkan melalui stigma pada saat tubuh serangga mengempis.

Contoh-contoh hewan yang tergolong ke dalam jenis serangga :

Kupu-kupu, Kumbang, Belalang, Nyamuk, Lalat, Kecoa, Lebah, Semut, Jangkrik, Rayap, Capung.

CACING



Cacing tidak memiliki alat pernapasan khusus melainkan bernapas menggunakan permukaan kulit. Cacing memiliki kulit yang tipis dan pada bagian kulitnya mengandung banyak pembuluh darah. Pada kulit cacing tanah menghasilkan lendir sehingga terlihat lembap dan basah. Kondisi ini menyebabkan cacing dapat menyerap udara, yaitu oksigen (O²) dan mengeluarkan gas yang tidak terpakai dari dalam tubuh berupa karbon dioksida (CO²) secara langsung melalui permukaan kulit. Tempat tinggal cacing yang lembab membantu proses pernapasan pada cacing berlangsung dengan baik.

MAMALIA

Hewan mamalia adalah hewan yang dapat melahirkan dan menyusui. Hewan mamalia adalah hewan yang dapat hidup di air dan di darat. Hewan yang hidup di darat adalah hewan yang mempunyai alat pernapasan mirip dengan manusia berupa hidung, pangkal tenggorokan, batang tenggorokan, dan paru-paru. Contohnya hewan mamalia yang ada di darat: Sapi, Kerbau, Kucing, Anjing, Kambing, Kuda, Jerapah, Badak, Singa, Harimau, Kelinci, Tikus, Musang.

Hewan mamalia yang hidup di air bernapas dengan paru-paru, namun pada bagian hidungnya di lengkapi dengan katup. Contoh hewan mamalia yang hidup di air, yaitu Lumba-lumba, dan Paus.

Cara hewan mamalia yang hidup di darat bernapas, yaitu :

Udara masuk ke dalam tubuh melalui lubang hidung, menuju faring, setelah itu ke laring, trakea, bronkus, kemudian paru-paru. Kemudian oksigen (O²) dibawa ke jantung dan diedarkan ke seluruh tubuh.

Cara mamalia yang hidup di air bernapas, yaitu:

Katup yang terdapat pada bagian hidung akan membuka apabila hewan itu muncul dipermukaan air, maka akan mengambil udara, yaitu oksigen. Serta pada saat berada pada permukaan air, hewan tersebut juga akan mengeluarkan udara, yaitu gas karbon dioksida (CO²) yang tidak terpakai 




               

Silahkan Download Disini :
https://drive.google.com/open?id=117asP8rUioAwzr9_p3DXdvssqhRUsf0k


Tidak ada komentar:

Posting Komentar