Kantong
Merah
Di suatu hari, saat
natal natal pun tiba. Dina tengah asyik menikmati berbagai tamu yang datang di
rumahnya. “Selamat hari natal…” “Hallo selamat hari natal…” yah… natal telah
tiba, saatnya pergi ke rumah temanku. “Aha… ini saatnya untuk aku mencoba kue
buatan ibu temanku.” Kata ku ,dalam hati. “mmm… kue milik siapa yah yang paling
enak? Ah…dari pada aku terus berpikir,
lebih baik aku mengajak Raymond, Nina, dan Inda saja. Lebih baik, aku bersiap-siap
saja.
“Dina…Din… ayo
sekarang. Sudah waktunya, sebelum terlalu malam.” Kudengar suara Inda memanggil
namaku. Huh… utung saja aku sudah selesai bersisap-siap. “Ayo… kamu sudah membawa
kantong ajaib?” Tanyaku yang penuh semangat kepada Inda. “Tentu saja aku siap,
ayo kita berangkat sekarang.” Kataku kepada Inda. “Ayo.. kita pergi sekarang, eh kita atur dulu mau ke
rumah siapa saja?” Tanya Inda padaku. “oh ya… kita ke rumah Raymon saja
terlebih dahulu, neneknya kan jago bikin kue.”.
“Setuju…, ayo kita
berangkat.” kata Inda padaku. “Tokkk..tokk..tokk… Selamat hari natal.” Kataku
dan Inda. “Eh Din… kamu gimana sih, rumah Raymon kan gelap. Mungkin sedang
lampu padam. “Kata Inda. “Ih Inda, kamu gimana sih, kalau lampunya padam
berarti rumah kita juga lampunya padam. Rumah aku kan bersebelahan dengan
rumahnya.” Kataku pada Inda. “pluk (Indah menepuk jidatnya)… iya juga ya… kita
ke belakang rumahnya saja yuk.” Kata Inda. “Raymon… sudah kami tahu pasti kamu
ada di rumah, kok lampu depan rumah kalian gelap ya?” Tanya Inda.”Iya, inikan
baru jam 7 malam?” Tanyaku pada Raymon.
“Aku juga tidak tahu
kenapa, nenekku yang menyuruh kami untuk mematikan lampu.” Kata Raymon yang
terlihat kesal. Tiba-tiba suara seseorang pun terdengar di balik pintu Raymon. “Apa
yang sedang kalian bicarakan anak-anak? Lebih baik masuk ke dalam rumah.” Suara
nenek Raymon pun terdengar sedang memarahi kami. “Eh… nenek.. selamat hari
natal nek” Kataku dan Dina. “Ya… selamat
natal, ayo masuk ke dalam”. Dina dan Inda pun masuk ke dalam rumah Raymon.
Rumah Raymon terlihat sangat sepi tidak seperti biasanya ya selalu ramai.
Pandangan Dina dan Inda
dialihkan dengan sebuah toples kaca bertutup merah yang dibawakan oleh nenek
Raymon. “Saya tahu kalian pasti mau merasakan kue ini kan? Kuenya diambil 1
orang satu ya, jangan banyak-banyak. Tidak ada yang membatu nenek membuat kue.
Makanya nenek matikan lampu, karena pasti aka nada banyak anak-anak yang
berdatangan ke rumah nenek.” Kata nenek Raymon kepada kami sambil menyodorkan toples
berisi kue. “Terima kasih nek, pasti enak.” Kata Inda. “Crekk…ckreeekk…. Aduh
bapak… gigiku hampir patah.” Teriakkan Inda yang sangat keras.
“ssst… pplug (tangan
Dina menutup mulut Inda) awas nanti kamu dimarahin sama neneknya Raymon. “Iya…
kamu ambil makan kue kering ini campur saja dengan sprite (Raymon menyodorkan). Emang kuenya kayak batu, nenekku
sepertinya lagi kesal. Makanya kuenya kayak batu ya.. Mana kantung merah
kalian? ayo masukkin” Tanya Raymon kepada Dina dan Inda. “Ada… jangan diisi,
nanti nenek kamu marah. Kami takut pada nenek kamu. Kata Dina kepada Raymon. “Tidak
apa-apa, pasti tidak ada yang tahu, ayo masukkin ini.” “Sudah…sudah… ayo kita
jalan sekarang, kamu ikut kan Ray.” Tanya Dina pada Ray. “Tentu saja, ayo.
Kalian tidak lihat pakaianku yang baru. Heheh” Kata Raymon dengan penuh
semangat. “Ayo…” Kata Dina dan Inda yang penuh dengan semangat.
“Rumah siapa lagi?” Tanya
Dina. “Rumah Icha yuk” Kata Raymon. “Ayo…” “Selamat hari natal, kata kami
bertiga.” “Selamat hari natal, jawab ibu Icha. “Silahkan masuk teman-teman.”
Dina dan teman-temannya pun masuk ke
dalam.” “Ichanya ada bu?”Tanya Inda.
“Tidak ada, dia sedang pergi ke rumah neneknya. “Oh ya, ambil permen ini, 1
orang satu ya. Setelah itu, silahkan pulang ya.” Kata ibuk Icha “Ha? Apa? Permen?
Inikan natal, kok kita di suruh ngambil permen sudah gitu cuman 1 saja.” Kata
Raymon yang semakin mengeluh.
“Ya sudah, kita ambil
saja yuk..” kata Dina yang membujuk ke dua temannya. “Malas ah… nggak bisa menuhin
kresek merah kita dengan kue-kue kayak yang dulu.” Kata Inda. “Iyah… gimana
kalau kita pulang saja?” Kata Raymon yang membujuk kedua temannya. “Gimana
kalau kita pergi sekali lagi, siapa tahu kita dapat?” Tanya Dina yang sangat
antusias. “mmm.. ayook… aku tahu ke mana,” Kata Raymon dengan penuh antusias. “Ke
mana?” Tanya Dina dan Inda
“Ayokk, ke rumah Leci
yuk. Pasti seru, makanannya pasti banyak.”
“Ayokk.” Kata Raymon yang disambut dengan teriakan semangat. Dina, Inda
dan Raymon pun tiba di rumah Leci. Sesampainya di rumah Leci. Dina dan kedua temannya
mendapatkan tantangan telebih dahulu. Mereka harus menyanyikan lagu natal. “Ayo kita nyanyi lagu Selamat Hari Natal
saja.” Kata Raymon yang mengajak teman-temannya. “1… 2… 3... Mulai” Dina dan
kedua temannya akhirnya selesai membawakan lagu natal tersebut. “Ya, terima
kasih. Ini buat kalian.” Sebuah kantong merah yang indah berhiaskan gambar santa claus. “Terima kasih bu, terima
kasih Lecy.” Kata Dina dan ke-2 sahabatnya. Lecy yang tidak berbicara apapun
hanya melihat ke-3 temannya yang sangat bersemangat “Ya.. bye-bye” jawab Lecy.
“Ayo cepat buka,
ayook…” Kata Raymon yang tidak sabar untuk membuka kantok merah tersebut. “1 …
2… ya….” Seketika Dina dan teman-temannya tersediam dan hanya memandangi isi
dari kresek merah tersebut. “Ini benar-benar…..” kata Inda yang kemudian
terdiam. “Tidak….. huhuhuh… kenapa natal kali ini kita nggak dapat kayak dulu
lagi. Dulunya kresek merah kita selalu terisi beraneka kue. Sekarang. KUe
sekeras batu saja. Huhuhuhuh” kata Dina yang menangis sekencang-kencangnya. “Ayo pulang ke rumah saja” Kata Raymon. Mereka
bertiga pun pulang ke rumah dengan membawa 2 buah kresek merah. Sesampainya di
rumah Dina menceritakan kepada kakaknya.
“Emangnya Dina dapat
apa?” tanya kakak Dina. “Dari rumah Lecy Dina mendapatkan… huhuhuhu… hanya 1
buah minuman. Huhuhu” kata Dina yang masih menagis. “tidak apa-apa, Dina harus
bersyukur dengan apapun yang Dina dapatkan. Masih baik ada yang memberikan.”
Kata kakak Dina yang sedang menghibur Dina. "Walaupun ke-2 kresek merah ini
tidak sesuai harapan Dina, tak masalah yang penting Dina masih mendapatkan sesuatu
ya.” kata kakak Dina. “Dina senang nggak masih bisa berjalan-jalan saat ini?”
kata kakak Dina “Iya kak, Dina bersyukur Terima kasih sudah mengingatkan Dina
kak” kata Dina yang kembali tersenyum. “Ya sudah, sekarang ayo kita nonton fim
natal” kata kakak Dina. “Ayo… aku ingin menontonnya.” Jawab Dina dengan penuh
semangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar