Menu Blog

Senin, 07 Desember 2020

 

Kantong Merah

Di suatu hari, saat natal natal pun tiba. Dina tengah asyik menikmati berbagai tamu yang datang di rumahnya. “Selamat hari natal…” “Hallo selamat hari natal…” yah… natal telah tiba, saatnya pergi ke rumah temanku. “Aha… ini saatnya untuk aku mencoba kue buatan ibu temanku.” Kata ku ,dalam hati. “mmm… kue milik siapa yah yang paling enak? Ah…dari pada aku  terus berpikir, lebih baik aku mengajak Raymond, Nina, dan Inda saja. Lebih baik, aku bersiap-siap saja.

“Dina…Din… ayo sekarang. Sudah waktunya, sebelum terlalu malam.” Kudengar suara Inda memanggil namaku. Huh… utung saja aku sudah selesai bersisap-siap. “Ayo… kamu sudah membawa kantong ajaib?” Tanyaku yang penuh semangat kepada Inda. “Tentu saja aku siap, ayo kita berangkat sekarang.” Kataku kepada Inda. “Ayo..  kita pergi sekarang, eh kita atur dulu mau ke rumah siapa saja?” Tanya Inda padaku. “oh ya… kita ke rumah Raymon saja terlebih dahulu, neneknya kan jago bikin kue.”.

“Setuju…, ayo kita berangkat.” kata Inda padaku. “Tokkk..tokk..tokk… Selamat hari natal.” Kataku dan Inda. “Eh Din… kamu gimana sih, rumah Raymon kan gelap. Mungkin sedang lampu padam. “Kata Inda. “Ih Inda, kamu gimana sih, kalau lampunya padam berarti rumah kita juga lampunya padam. Rumah aku kan bersebelahan dengan rumahnya.” Kataku pada Inda. “pluk (Indah menepuk jidatnya)… iya juga ya… kita ke belakang rumahnya saja yuk.” Kata Inda. “Raymon… sudah kami tahu pasti kamu ada di rumah, kok lampu depan rumah kalian gelap ya?” Tanya Inda.”Iya, inikan baru jam 7 malam?” Tanyaku pada Raymon.

“Aku juga tidak tahu kenapa, nenekku yang menyuruh kami untuk mematikan lampu.” Kata Raymon yang terlihat kesal. Tiba-tiba suara seseorang pun terdengar di balik pintu Raymon. “Apa yang sedang kalian bicarakan anak-anak? Lebih baik masuk ke dalam rumah.” Suara nenek Raymon pun terdengar sedang memarahi kami. “Eh… nenek.. selamat hari natal nek” Kataku dan Dina.  “Ya… selamat natal, ayo masuk ke dalam”. Dina dan Inda pun masuk ke dalam rumah Raymon. Rumah Raymon terlihat sangat sepi tidak seperti biasanya ya selalu ramai.

Pandangan Dina dan Inda dialihkan dengan sebuah toples kaca bertutup merah yang dibawakan oleh nenek Raymon. “Saya tahu kalian pasti mau merasakan kue ini kan? Kuenya diambil 1 orang satu ya, jangan banyak-banyak. Tidak ada yang membatu nenek membuat kue. Makanya nenek matikan lampu, karena pasti aka nada banyak anak-anak yang berdatangan ke rumah nenek.” Kata nenek Raymon kepada kami sambil menyodorkan toples berisi kue. “Terima kasih nek, pasti enak.” Kata Inda. “Crekk…ckreeekk…. Aduh bapak… gigiku hampir patah.” Teriakkan Inda yang sangat keras.

“ssst… pplug (tangan Dina menutup mulut Inda) awas nanti kamu dimarahin sama neneknya Raymon. “Iya… kamu ambil makan kue kering ini campur saja dengan sprite (Raymon menyodorkan). Emang kuenya kayak batu, nenekku sepertinya lagi kesal. Makanya kuenya kayak batu ya.. Mana kantung merah kalian? ayo masukkin” Tanya Raymon kepada Dina dan Inda. “Ada… jangan diisi, nanti nenek kamu marah. Kami takut pada nenek kamu. Kata Dina kepada Raymon. “Tidak apa-apa, pasti tidak ada yang tahu, ayo masukkin ini.” “Sudah…sudah… ayo kita jalan sekarang, kamu ikut kan Ray.” Tanya Dina pada Ray. “Tentu saja, ayo. Kalian tidak lihat pakaianku yang baru. Heheh” Kata Raymon dengan penuh semangat. “Ayo…” Kata Dina dan Inda yang penuh dengan semangat.

“Rumah siapa lagi?” Tanya Dina. “Rumah Icha yuk” Kata Raymon. “Ayo…” “Selamat hari natal, kata kami bertiga.” “Selamat hari natal, jawab ibu Icha. “Silahkan masuk teman-teman.” Dina dan teman-temannya pun  masuk ke dalam.”  “Ichanya ada bu?”Tanya Inda. “Tidak ada, dia sedang pergi ke rumah neneknya. “Oh ya, ambil permen ini, 1 orang satu ya. Setelah itu, silahkan pulang ya.” Kata ibuk Icha “Ha? Apa? Permen? Inikan natal, kok kita di suruh ngambil permen sudah gitu cuman 1 saja.” Kata Raymon yang semakin mengeluh.

“Ya sudah, kita ambil saja yuk..” kata Dina yang membujuk ke dua temannya. “Malas ah… nggak bisa menuhin kresek merah kita dengan kue-kue kayak yang dulu.” Kata Inda. “Iyah… gimana kalau kita pulang saja?” Kata Raymon yang membujuk kedua temannya. “Gimana kalau kita pergi sekali lagi, siapa tahu kita dapat?” Tanya Dina yang sangat antusias. “mmm.. ayook… aku tahu ke mana,” Kata Raymon dengan penuh antusias. “Ke mana?” Tanya Dina dan Inda

“Ayokk, ke rumah Leci yuk. Pasti seru, makanannya pasti banyak.”  “Ayokk.” Kata Raymon yang disambut dengan teriakan semangat. Dina, Inda dan Raymon pun tiba di rumah Leci. Sesampainya di rumah Leci. Dina dan kedua temannya mendapatkan tantangan telebih dahulu. Mereka harus menyanyikan lagu natal.  “Ayo kita nyanyi lagu Selamat Hari Natal saja.” Kata Raymon yang mengajak teman-temannya. “1… 2… 3... Mulai” Dina dan kedua temannya akhirnya selesai membawakan lagu natal tersebut. “Ya, terima kasih. Ini buat kalian.” Sebuah kantong merah yang indah berhiaskan gambar santa claus. “Terima kasih bu, terima kasih Lecy.” Kata Dina dan ke-2 sahabatnya. Lecy yang tidak berbicara apapun hanya melihat ke-3 temannya yang sangat bersemangat “Ya.. bye-bye” jawab Lecy.

“Ayo cepat buka, ayook…” Kata Raymon yang tidak sabar untuk membuka kantok merah tersebut. “1 … 2… ya….” Seketika Dina dan teman-temannya tersediam dan hanya memandangi isi dari kresek merah tersebut. “Ini benar-benar…..” kata Inda yang kemudian terdiam. “Tidak….. huhuhuh… kenapa natal kali ini kita nggak dapat kayak dulu lagi. Dulunya kresek merah kita selalu terisi beraneka kue. Sekarang. KUe sekeras batu saja. Huhuhuhuh” kata Dina yang menangis sekencang-kencangnya.  “Ayo pulang ke rumah saja” Kata Raymon. Mereka bertiga pun pulang ke rumah dengan membawa 2 buah kresek merah. Sesampainya di rumah Dina menceritakan kepada kakaknya.

“Emangnya Dina dapat apa?” tanya kakak Dina. “Dari rumah Lecy Dina mendapatkan… huhuhuhu… hanya 1 buah minuman. Huhuhu” kata Dina yang masih menagis. “tidak apa-apa, Dina harus bersyukur dengan apapun yang Dina dapatkan. Masih baik ada yang memberikan.” Kata kakak Dina yang sedang menghibur Dina. "Walaupun ke-2 kresek merah ini tidak sesuai harapan Dina, tak masalah  yang penting Dina masih mendapatkan sesuatu ya.” kata kakak Dina. “Dina senang nggak masih bisa berjalan-jalan saat ini?” kata kakak Dina “Iya kak, Dina bersyukur Terima kasih sudah mengingatkan Dina kak” kata Dina yang kembali tersenyum. “Ya sudah, sekarang ayo kita nonton fim natal” kata kakak Dina. “Ayo… aku ingin menontonnya.” Jawab Dina dengan penuh semangat.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar