Menu Blog

Senin, 07 September 2020

 Nina dan Kotak Rahasia


Nina duduk di kelas 4 SD, setiap hari Nina mendapatkan uang jajan dari ibu. Ya… uang jajan yang diberikan kepada Nina untuk ditabung. Ibu berpesan kepada Nina, bila Nina rajin menabung maka ibu akan memberikan hadiah kepadanya. Nina pun melakukan seperti  yang dikatakan oleh ibu. Setiap pulang sekolah, Nina selalu memasukkan uang tabungannya ke dalam celengan. 

Nina bersekolah di salah satu sekolah terbaik di kota tempat dirinya tinggal. Karena Nina bersekolah di tempat yang terkenal. Tentu saja teman-teman Nina adalah anak-anak yang suka menghabiskan uang pemberian orang tua mereka. Setiap pulang sekolah teman-teman Nina  pergi ke mall yang dekat dengan sekolahnya untuk membeli berbagai permainan. Terutama squishy yang saat itu menjadi trand permainan bagi anak-anak seusia Nina.

Pak Tirno dan bu Enda memperhatikan bahwa Nina tidak mengikuti apa yang dilakukan oleh teman-temannya. Dia hanya menemani temannya bila mereka pergi membeli  squishy.  Melihat kelakukan anaknya, pak Tirno dan bu Enda merasa sangat bangga, karena satu-satunya putri yang mereka miliki melakukan apa yang diperintahkan. Oleh karena itu, pak Tirno dan bu Enda membelikan sepatu roda kepada putrinya sebagai hadiah.Ya…  Nina telah melakukan seperti yang dikatakan oleh ibunya.

Saat pulang sekolah, kedua orang tua Nina memanggilnya ke meja makan untuk menyantap makan siang bersama. Ibu telah memasak makanan kesukaan Nina, ayam panggang yang terlihat lezat dan gurih. Selepas mengganti baju sekolah. Nina pun duduk bersama orang tuanya di meja makan. Sebelum  menyantap makanan, ayah mengajak mereka untuk berdoa bersama. Setelah doa, mereka pun menyantap makan siang.

Setelah selesai makan, ayah pergi ke kamar dan membawa sebuah kotak berwarna biru gelap di meja makan. “Nina… ayo buka kotak ini” kata ayah sambil menyodorkan kotak tersebut. “Apa ini ayah??” tanya Nina yang kemudian membuka kotak tersebut. Nina  terkejut melihat isi kotak tersebut. Sepatu roda berwarna pink yang sangat cantik, sepatu yang selama ini diinginkan oleh Nina. Nina kemudian berlari memeluk ayahnya yang saat itu duduk bersebrangan dengannya. “Terima kasih ayah… aku sangat bersyukur. Terima kasih sudah memberikanku ini.” Kata Nina sambil memeluk ayahnya.

Tak lama kemudian, ibu Nina pun keluar dengan membawa sebuah kotak berwarna merah jambu yang cukup berdebu beserta celengannya. “Nina… silahkan buka kotak ini” Ibu menyodorkan kotak tersebut, dan memegang celengan Nina. “Ibu….ibu….. “ Kata Nina yang disertai dengan tangisan yang sangat kuat. “Ibu memintamu membukanya nak, mengapa engkau menangis?” kata ibu sambil tersenyum kepada putrinya, 

Kotak merah jambu ternyata kotak rahasia milik Nina. Nina menyimpannya di bawah lemari pakaiannya. Selama ini ibu dan ayah Nina tidak mengetahui keberadaan dari kotak ini. Nina tidak membuka kotak ini, dia terus menangis memandangi kotak tersebut. Ibu mengelus lembut rambut Nina dan meminta Nina untuk menceritakan mengapa dia menyimpan kotak merah jambu ini. “Ayah… ibu… huhuhuh… maafkan Nina yang selama ini sudah berbohong kepada kalian.” Kata Nina diiringi isak tangisnya. Ayah dan ibu, memeluk Nina yang saat itu masih menangis. “Nina sudah bersalah, uang yang selama ini diberikan oleh ibu tidak setiap hari kutabung. Aku memakai uang yang diberikan oleh ibu untuk bermain game bersama teman-teman. Aku juga membeli permainan tanpa sepengetahuan ayah dan ibu.” Kata Nina sambil membuka kotak merah jambu itu.

“Kotak ini, berisi semua permainan yang kubeli dari hasil uang pemberian ibu dan juga ayah. Aku juga membeli permainan saat pergi bersama teman-teman. Tetapi, aku tidak menunjukkan pada ayah dan ibu. Aku menyimpannya di kotak ini. Maafkan aku ayah… ibu…” Kata Nina yang menunjukkan semua permainannya. “Ayah dan ibu senang bila kamu berkata jujur nak. Ayah dan ibu meminta kamu untuk menabung, agar suatu saat nanti bila kami tidak memiliki uang. Kamu sudah memiliki tabungan dan kamu dapat membeli sesuatu yang kamu butuhkan nak.” Kata ayah yang menatap putrinya dengan lembut. 

“Nina minta maaf ayah… seharusnya nina tidak melakukan hal ini. Nina menyimpan kotak rahasia ini dari ayah dan ibu. Nina sangat menyesal dengan semua perbuatan Nina.”  Kata Nina sambil merapikan permainan di kotak merah jambunya. “Nah… karena itu, ayah  dan ibu sepakat untuk tidak memberikan sepatu roda ini kepada Nina. Sepatu roda ini akan disumbangkan kepada anak-anak yang ada di panti asuhan nak” Kata ibu sambil mengusap rambu Nina. “Iya ibu, tidak apa-apa. Ini semua salah Nina. Seharusnya Nina tidak berbohong kepada kalian. Nina rela bila ibu memberikannya kepada orang lain.” Kata Nina yang kini tersenyum pada ayah dan ibu. 

“Ayah dan ibu memaafkan Nina, dan mulai sekarang Nina ayo menabung lagi ya nak. Jika kamu ingin membeli permainan, beritahukan pada ayah dan ibu dulu ya.” Kata ayah sambil memeluk Nina. “Iya ayah, Nina janji. Nina akan rajin menabung dan tidak akan berbohong lagi.” Kata Nina yang kemudian memeluk orang tuanya. “Betul nak, anak yang jujur pasti akan mendapatkan hadiah dari Tuhan. Sebab, Tuhan mencintai perbuatan yang jujur.” Kata ibu. Sejak saat itu, Nina bertekad untuk tidak lagi berbohong kepada Tuhan dan juga orang tuanya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar